Login Member
Username:
Password :
Agenda
22 December 2014
M
S
S
R
K
J
S
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Struktur dan  Muatan Kurikulum (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi (SI)  meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut :

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia (terdiri dari mata pelajaran Pend. Agama).
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian (terdiri dari mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan).
  3. Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi (terdiri dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Keterampilan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi).
  4. Kelompok mata pelajaran estetika (terdiri dari mata pelajaran Seni Budaya).
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan (terdiri dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan).

Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP Nomor 19 tahun 2005 Pasal 7.

Muatan kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi siswa pada satuan pendidikan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

 A.   Struktur Kurikulum

1.   Struktur Kurikulum Pendidikan Umum

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman  muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap sekolah dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

  1.  Struktur Kurikulum SMA
    1. Kurikulum SMA Kelas X terdiri atas 16 mata pelajaran, sedangkan kelas XI dan XII Program IPA, Program IPS dan Program Bahasa, terdiri atas 13 mata pelajaran, ditambah muatan lokal, dan pengembangan diri.
    2. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah.
    3. Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan ke-pada siswa untuk mengembangkan dan meng-ekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap siswa sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau di-bimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kePend. yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir siswa.
    4. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan  sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
    5. Sekolah dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
    6. Oleh karena itu, maka  berdasar kepada kebutuhan agar pencapaian tujuan sekolah lebih akseleratif, SMA Negeri 47 Jakarta menambah jumlah jam pembelajaran dari 38 jam pelajaran di kelas X dan 39 jam pelajaran di kelas XI dan XII menjadi 41 jam  pelajaran  per minggu.
    7. Alokasi waktu satu jam  pem belajaran adalah 45 menit.
    8. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.

Tabel-1a :  Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas X

Komponen

Alokasi Waktu (JP)

Umum

SMAN 47

Smt—1

Smt—2

Smt—1

Smt—2

A.

Mata Pelajaran :

 

1.

Pend. Agama

2

2

2

2

 

2.

Pend. Kewarganegaraan

2

2

2

2

 

3.

Bahasa  Indonesia

4

4

4

4

 

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

4

 

5.

Matematika

4

4

4

4

 

6.

Fisika

2

2

2

2

 

7.

Biologi

2

2

2

2

 

8.

Kimia

2

2

2

2

 

9.

Sejarah

1

1

2

2

 

10.

Geografi

1

1

2

2

 

11.

Ekonomi

2

2

2

2

 

12.

Sosiologi

2

2

2

2

 

13.

Seni Budaya :

 

 

 

 

 

 

a.

Seni Musik

2

2

2

2

 

 

b.

Seni Rupa

 

14.

Pend. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

2

 

15.

Keterampilan (Bahasa Asing) :

 

 

 

 

 

 

a.

Bahasa Perancis

2

2

2

2

 

 

b.

Bahasa Jerman

 

16.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

2

2

2

2

B.

Muatan Lokal :

 

1.

English Public Speaking

2

2

2

2

 

2.

Tenik Elektro (Robotik)

 

3.

Kewirausahaan

C.

Pengembangan Diri :

 

1.

Layanan BK

1

1

 

2.

Kegiatan Ekstrakurikuler

2*)

2*)

2*)

2*)

Jumlah

38

38

41

41

2*)  Ekuivalen 2 jam pembelajaran

JP = Jam Pelajaran

Tabel-1b :  Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII IPA

Komponen

Alokasi Waktu (Jam Pelajaran)

Umum

SMAN 47

Smt—1

Smt—2

Smt—1

Smt—2

A.

Mata Pelajaran :

 

1.

Pend. Agama

2

2

2

2

 

2.

Pend. Kewarganegaraan

2

2

2

2

 

3.

Bahasa  Indonesia

4

4

4

4

 

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

4

 

5.

Matematika

4

4

5

5

 

6.

Fisika

4

4

4

4

 

7.

Biologi

4

4

4

4

 

8.

Kimia

4

4

4

4

 

9.

Sejarah

1

1

2

2

 

10.

Geografi

 

11.

Ekonomi

 

12.

Sosiologi

 

13.

Seni Budaya :

 

 

 

 

 

 

a.

Seni Musik

 

 

b.

Seni Rupa

2

2

2

2

 

14.

Pend. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

2

 

15.

Keterampilan (Bahasa Asing) :

 

 

 

 

 

 

a.

Bahasa Perancis

 

 

b.

Bahasa Jerman

2

2

2

2

 

16.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

2

2

2

2

B.

Muatan Lokal :

 

1.

English Special Purpose

 

2.

Tenik Elektro (Robotik)

2

2

2

2

 

3.

Kewirausahaan

C.

Pengembangan Diri :

 

1.

Layanan BK

2*)

2*)

2*)

2*)

 

2.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Jumlah

39

39

41

41

2*)  Ekuivalen 2 jam pembelajaran

JP = Jam Pelajaran

Tabel-1c :  Struktur Kurikulum SMA/MA Kelas XI dan XII IPS

Komponen

Alokasi Waktu (Jam Pelajaran)

Umum

SMAN 47

Smt—1

Smt—2

Smt—1

Smt—2

A.

Mata Pelajaran :

 

1.

Pend. Agama

2

2

2

2

 

2.

Pend. Kewarganegaraan

2

2

2

2

 

3.

Bahasa  Indonesia

4

4

4

4

 

4.

Bahasa Inggris

4

4

4

4

 

5.

Matematika

4

4

5

5

 

6.

Fisika

 

7.

Biologi

 

8.

Kimia

 

9.

Sejarah

3

3

2

2

 

10.

Geografi

3

3

4

4

 

11.

Ekonomi

4

4

6

6

 

12.

Sosiologi

3

3

4

4

 

13.

Seni Budaya :

 

 

 

 

 

 

a.

Seni Musik

2

2

2

2

 

 

b.

Seni Rupa

 

14.

Pend. Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

2

 

15.

Keterampilan (Bahasa Asing) :

 

 

 

 

 

 

a.

Bahasa Perancis

2

2

2

2

 

 

b.

Bahasa Jerman

 

16.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

2

B.

Muatan Lokal :

 

1.

English Special Purpose

 

2.

Tenik Elektro (Robotik)

 

3.

Kewirausahaan

2

2

2

2

C.

Pengembangan Diri :

 

1.

Layanan BK

2*)

2*)

2*)

2*)

 

2.

Kegiatan Ekstrakurikuler

Jumlah

39

39

45

45

2*)  Ekuivalen 2 jam pembelajaran

JP = Jam Pelajaran

 B.   Muatan Kurikulum

1.   Mata Pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi (SI).

Tujuan, ruang lingkup dan keluasan substansi mata pelajaran tercantum dalam Standar Isi dan Standar Kelulusan.

2.   Muatan Lokal

a.    Pengertian dan Konsep

Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan pembelajaran. Semua mata pelajaran yang terdapat dalam bagian A Struktur Kurikulum dalam Standar Isi telah dilengkapi dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar masing-masing. Sedangkan Mata Pelajaran dalam bagian B (Muatan Lokal) yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak dilengkapi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Hal ini dapat dimengerti karena Standar Isi (termasuk Standar Kompetensi dan Kopetensi Dasar) yang disiapkan oleh pusat tidak mungkin dapat mengakomodasi kebutuhan daerah dan lingkungan yang beraneka ragam.

Setiap sekolah harus menyusun Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk muatan lokal yang dipilihnya. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk Muatan Lokal dikembangkan oleh tim pengembang kurikulum (TPK) SMA Negeri 47 Jakarta bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menentukan jenis dan substansi muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan, kondisi sekolah, dan siswa yang ada di SMA Negeri 47 Jakarta.

Muatan Lokal adalah kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran Muatan Lokal ditentukan oleh sekolah dan  tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.

Muatan Lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam Kurikulum Tingkat Sekolah.

Keberadaan mata pelajaran Muatan Lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan Pend. di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip pengembangan KTSP bahwa kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Muatan Lokal merupakan mata pelajaran, sehingga sekolah harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Sekolah dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran Muatan Lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun pembelajaran, sekolah dapat menyelenggarakan lebih dari satu mata pelajaran Muatan Lokal untuk setiap tingkat.

Pengembangan muatan lokal perlu memperhatikan potensi daerah yang meliputi :

1)    Sumber Daya Alam (SDA);

2)    Sumber Daya Manusia (SDM);

3)    Geografis;

4)    Budaya; dan

5)    Historis.

Muatan Lokal dapat dikembangkan dan dilaksanakan oleh sekolah tingkat SMA berdasarkan :

  1. Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), potensi dan kebutuhan daerah yang mencakup aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ekologi, dan lain-lain;
  2. Kebutuhan, minat, dan bakat siswa;
  3. Ketersediaan daya dukung/potensi sekolah (internal) antara lain :
    • Kurikulum Sekolah yang memuat mata pelajaran muatan lokal;
    • Sarana prasarana: ruang belajar, peralatan praktik, media pembelajaran, buku/bahan ajar sesuai dengan mata pelajaran muatan lokal yang diselenggarakan;
    • Ketenagaan dengan keahlian sesuai tuntutan mata pelajaran muatan lokal
    • Biaya operasional pendidikan yang diperoleh melalui berbagai sumber.

     4. Ketersediaan daya dukung eksternal antara lain :

  • Dukungan Pemda Kabupaten/Kota/Provinsi berupa kebijakan, pembinaan dan fasilitas/pembiayaan;
  • Stakeholders yang memiliki kepedulian untuk mendukung keseluruhan proses penyelenggaraan mata pelajaran muatan lokal, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program;
  • Nara sumber yang memiliki kemampuan/keahlian sesuai dengan mata pelajaran Muatan Lokal  yang diselenggarakan oleh Sekolah;
  • Sekolah formal lain dan/atau sekolah  non formal yang terakreditasi.


b.   Ruang Lingkup Muatan Lokal

Ruang lingkup muatan lokal untuk SMA dapat berupa :

1)    Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah/Lingkungan. 

Keadaan lingkungan sekolah/daerah yang berkaitan dengan lingkungan alam, sosial ekonomi, dan sosial budaya yang selalu menuntut perkembangan. Kebutuhan daerah, misalnya di bidang jasa, perdagangan, pariwisata, industri, dsb. adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat lingkungan, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat yang disesuaikan dengan arah perkembangan serta potensi yang ada di daerah. Kebutuhan dimaksud,  meliputi :

a)    Pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah;

b)    Peningkatan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu (seperti : IT, dll);

c)    Peningkatan penguasaan bahasa Inggris dan bahasa asing lain untuk keperluan berkomunikasi, dan menunjang pemberdayaan individu dalam menerapkan belajar sepanjang hayat;

d)    Peningkatan kemampuan berwirausaha.

2)    Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal untuk SMA, dapat berupa :

a)    Bahasa asing yang tidak terdapat dalam mata pelajaran pada struktur kurikulum sekolah yang bersangkutan;

b)    Kesenian daerah, budaya, dan adat istiadat;

c)    Keterampilan dan kerajinan yang dapat digunakan untuk berwirausaha;

d)    Pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam, sosial, dan budaya daerah, serta permasalahan dan solusinya;

e)    Materi lain yang dianggap perlu untuk pembangunan masyarakat dan pemerintah daerah yang menunjang pembangunan nasional di antaranya, pengembangan karakter, kewirausahaan, kepariwisataan, dan konservasi (menjaga, memelihara, dan memanfaatkan) flora/fauna.

c.    Analisis Penentuan Muatan Lokal

SMA Negeri 47 Jakarta sebagai institusi penyelenggara pendidikan sudah seharusnya mampu memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhan agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menunjang kehidupannya pada masa depan. Pengembangan muatan lokal dalam Kurikulum Sekolah merupakan upaya  positif untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan sikap menghargai sumberdaya dan potensi yang ada di lingkungan setempat, serta mampu menggali dan memanfaatkannya untuk digunakan sebagai bekal kehidupan pada masa yang akan datang.

Agar sekolah dapat memilih dan melaksanakan muatan lokal dengan tepat, yang benar-benar sesuai dengan potensi daerah, maka sekolah  perlu membuat analisis kondisi dan kebutuhan daerah dengan mempertimbangkan beberapa aspek sebagai acuannya. Beberapa aspek penting yang digunakan sebagai pertimbangan dalam rangka penelusuran potensi dan kebutuhan daerah adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, potensi geografis, potensi budaya, dan potensi historis.

1)    Tujuan Kegiatan

Analisis penentuan muatan lokal dilaksanakan dengan tujuan untuk :

a)    Mengidentifikasi potensi dan kebutuhan daerah

b)    Mengidentifikasi kesiapan sekolah.

c)    Menganalisis hasil identifikasi untuk menentukan jenis muatan lokal yang dapat diselenggarakan oleh sekolah.

2)    Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari analisis ini adalah sebagai berikut:

a)    Potensi dan kebutuhan daerah;

b)    Kesiapan sekolah;

c)    Jenis muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah.

3)    Identifikasi Potensi dan Kebutuhan Daerah

a)    Sumber Daya Alam

SMA Negeri 47 Jakarta terletak di darah pinggiran kota Jakarta Selatan yang masih memiliki alam cukup sejuk karena masih banyaknya pepohonan rindang. Namun layaknya kota metropolitan lain, Jakarta khususnya Jakarta Selatan tidak memliki sumber daya alam yang dapat dijadikan sebagai potensi keunggulan daerah.

b)    Sumber Daya Manusia

(1)    Masyarakat Jakarta dengan jumlah penduduk mencapai hampir 12 juta jiwa yang multi etnis dan sebagian besar terdiri dari masyarakat urban memiliki sifat kerja keras dalam  bersaing sehingga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap tantangan alam, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan perubahan sosial budaya.

(2)    Layaknya masyarakat metropolitan masyarakat Jakarta memiliki sifat keterbukaan yang mau menerima inovasi dan perkembangan teknologi yang berkembang dengan pesat.

(3)    Hampir 100 % siswa memiliki ekspektasi untuk melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi favorit.

(4)    Basic academic rata-rata siswa masukan (input) cukup tinggi. Bahkan untuk tahun pelajaran 2011/2012 rata-rata Nilai Ujian Nasional SLTP (SMP/MTs) siswa mencapai 9.3 (sembilan koma tiga).

c)    Potensi Geografis

(1)    Jakarta merupakan ibukota negara memiliki posisi yang strategis yang merupakan tempat transit dan perlintasan kegiatan masyarakat internasional maupun local (domestic) memerlukan Sumber Daya Manusia yang handal yang berhubungan dengan trend masa depan dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Internasional.

(2)    Iklim investasi yang membaik membuka peluang bagi tersedianya lapangan pekerjaan dengan skill atau kemampuan tertentu.

d)    Potensi Budaya

(1)    Masyarakat Jakarta merupakan masyarakat multi etnis/ras, agama dimana berbagai suku/agama hidup berdampingan bermasyarakat secara rukun.

(2)    Banyaknya seni budaya asli daerah asal masyarakat yang berkembang di Jakarta bisa dijadikan daya tarik wisata .

(3)    Adanya seni budaya asli Betawi sebagai masyarakat asli Jakarta yang unik merupakan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Jakarta.

e)    Potensi Historis

(1)    Situs/petilasan Pangeran Jayakarta dan legenda Si Pitung pahlawan Betawi yang terdapat di daerah pinggiran pantai Jakarta Utara yang merupakan ciri heroisme masyarakat Jakarta dalam menentang berbagai bentuk penjajahan.

(2)    Beberapa peninggalan sejarah peninggalan jaman kolonialisme/ prakemerdekaan maupun budaya seperti pelabuhan Sunda Kelapa, rumah adat Betawi, gedung-gedung bersejarah peninggalan pemerintah colonial dan rumah-rumah ibadah kunoseperti masjid, gereja, kelenteng.

d.   Jenis Muatan Lokal yang Dipilih SMA Negeri 47 Jakarta

Dengan mempertimbangkan hasil analisis potensi di atas maka SMA Negeri 47 Jakarta memilih bidang Kewirausahaan, Teknologi Informatika (Elektronika-Robotic) dan Ketrampilan Bahasa Inggris (English Public Speaking) sebagai mata pelajaran muatan lokal.

Dengan mengacu pada analisis di atas, berikut ini adalah pertimbangan dan alasan pemilihan bidang-bidang ini sebagai mata pelajaran muatan lokal.

1)   Elektronika

Pertimbangan dari potensi lokal secara umum :

a)    Jakarta sebagai ibu kota negara bukan saja menjadi pusat pemerintahan dan birokrasi tetapi juga merupakan pusat bisnis dan perdagangan yang akan banyak memerlukan tenaga dalam bidang TIK;

b)    Potensi sumber daya manusia budaya yang kompetitif memerlukan tenaga yang terampil dalam bidang TIK.

Pertimbangan dari potensi yang dimiliki sekolah sebagai berikut :

a)    SMA Negeri 47 Jakarta telah memiliki laboratorium komputer sebagai sarana untuk pembelajaran TIK;

b)    Hasil kuesioner menunjukkan bahwa minat siswa untuk mengaplikasikan IT cukup tinggi ( 79 %);

c)    Sebagian besar guru telah memiliki kompetensi yang cukup memadai dalam bidang TIK;

d)    Sebagian guru telah memanfaatkan sarana TIK sebagai bagian dari penyampaian pembelajaran dan sarana komunikasi dengan siswa;

e)    Tersedianya jaringan intranet dan internet di SMA Negeri 47 Jakarta untuk mendukung pembelajaran bercirikan teknologi informatika;

f)     SMA Negeri 47 Jakarta telah merintis kerja sama dengan perguruan tinggi yang mengedepankan Teknologi Informatika sebagai jurusan utamanya, seperti ITB (Institut Teknologi Bandung), STT-Telkom Bandung dan UMN (Universitas Mendia Nusantara) Sepong Tangerang Banten.

2)   English Public Speaking

Pertimbangan dari potensi daerah secara umum :

a)    Potensi geografis, budaya dan historis yang dimiliki Jakarta sebagai kota internasional  perlu diekspos dan dipromosikan tidak hanya secara lokal tetapi juga ke manca negara. Untuk itu diperlukan tenaga yang terampil melakukan promosi dan informasi  (public relation) dalam bahasa internasional (bahasa Inggris);

b)    Potensi sumber daya manusia dari sebuah ibukota negara sekaligus kota internasional memerlukan tenaga yang terampil menggunakan dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Pertimbangan dari potensi yang dimiliki sekolah :

  • Kemampuan siswa yang memadai, ditandai dengan tingginya rata-rata nilai ujian nasional masukan (rata-rata nilai UN bahasa Inggris siswa masukan tiga tahun terakhir minimal 9,00).
  • Prestasi akademis siswa dalam bahasa Inggis sangat baik. Indikatornya adalah SMA Negeri 47 Jakarta setiap tahunnya berhasil mengirimkan debate bahasa Inggris untuk bersaing di tingkat regional dan nasional.
  • SMA Negeri 47 Jakarta memiliki tenaga pengajar bahasa Inggris dengan kemampuan rata-rata dapat menggunakan bahasa Inggris secara aktif.
  • Kegiatan English day di SMA Negeri 47 Jakarta terlaksana dengan tertib dan berkelanjutan.
  • Komite sekolah dan orangtua siswa mendukung program-program yang dilaksanakan oleh sekolah.

3)   Kewirausahaan

Pertimbangan dari potensi daerah secara umum :

  • Jakarta secara geografis merupakan kota internasional, kota perdagangan, kota jasa, dan kota pariwisata, harus siap menghadapi era globalisasi yang nyaris tiada batas antar Negara dan persaingan di berbagai bidang sangat tajam, terutama di bidang ekonomi;
  • Agar dapat bertahan hidup dan bersaing di lingkungan kota metropolitan Jakarta, siswa di SMA perlu dibekali dengan jiwa, semangat, dan keterampilan berwirausaha;
  • Kewirausahaan merupakan pilihan tepat untuk dikembangkan sebagai muatan lokal di SMA di Jakarta khususnya di SMA Negeri 47 Jakarta. Pengembangan kemampuan dan keterampilan berwirausaha, bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup, yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi dasar untuk bertahan hidup, serta mampu menyesuaikan diri agar berhasil dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Pertimbangan dari potensi yang dimiliki sekolah :
  • Kemampuan siswa yang memadai, ditandai dengan tingginya rata-rata nilai ujian nasional masukan (rata-rata nilai UN siswa masukan tiga tahun terakhir minimal 9,00).
  • Prestasi akademis siswa dalam mata pelajaran ekonomi sangat baik. Indikatornya adalah SMA Negeri 47 Jakarta hampir setiap tahun berhasil mengirimkan peserta OSN di bidang ekonomi untuk bersaing di tingkat regional dan nasional;
  • SMA Negeri 47 Jakarta memiliki tenaga pengajar lulusan ekonomi kewirausahaan berbasis ilmu komputer;
  • SMA Negeri 47 Jakarta memiliki koperasi siswa yang dikelola secara aktif oleh OSIS dibimbing oleh guru yang relevan bekerjasama dengan lembaga terkait.
  • Komite sekolah dan orangtua siswa mendukung program-program yang dilaksanakan oleh sekolah.